Posted by si_enthon9 | Posted in Ngangsu Kawruh | Posted on 09-12-2010
6
Suatu hari ketika saya dalam perjalanan ke kandang sapi secara tidak sengaja melewati ibu-ibu yang sedang melakukan arisan rutin setiap hari minggu. Namun tiba-tiba mereka mencegat saya dan secara paksa menarikku kedalam rombongan arisan. Dan apa yang terjadi?? Heemm prek! Terlalu dramatis banget ni ceritanya
Posted by si_enthon9 | Posted in Ngangsu Kawruh | Posted on 09-12-2010
23
“Belajar diwaktu kecil bagai menulis diatas batu”
Sebuah pantun yang mempunyai arti belajar sejak dini akan lebih mudah dicerna dan diingat dari pada belajar/mengemban ilmu setelah tua/dewasa. Yap dengan latar belakang seperti ini dan juga adanya beban moral yang saya rasakan, maka sesuai dengan Pembukaan UUD 1945 alinea 4 yaitu “Mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia,” saya mempunyai inisiatif untuk memberikan sedikit pengetahuan tentang adab dan moral dalam dunia internet kepada anak-anak di sekitar saya. Gimana? Udah kelihatan keren belum?
Sebenarnya ini sih bukan alasan untuk keren-kerenan maupun untuk sok-sokan. Tapi murni beban moral yang saya tanggung. Berawal dari koneksi jaringan internet murah kecil-kecilan yang saya bangun sejak bulan Januari 2010, maka secara tidak langsung saya bisa dikatakan orang yang bertanggung jawab atas pengaruh adanya internet di daerah tempat tinggal saya, ya karena sayalah yang memperkenalkannya kepada mereka.
Posted by si_enthon9 | Posted in Ngangsu Kawruh | Posted on 09-12-2010
1
Berawal dari kebutuhan koneksi internet namun berada di wilayah yang jauh dari peradaban kota atau disingkat dengan istilah “terpencil”.. ya terpencil karena di daerah rumah saya itu ngga ada jalur kabel telpon
dan dengan kondisi seperti inilah yang mempengaruhi saya untuk membuat koneksi internet di daerah pedesaan dengan nirkabel atau orang luar negri menyebutnya Wireless.
Murah? ngga juga sih sebenernya.. tapi kalo diakumulasi biaya total dan kepraktisan bisa juga demikian.. mungkin itu salah satu latar belakang yang memunculkan ide hampir satu tahun yang lalu. bermodalkan sedikit tabungan yang berasal dari beasiswa kuliah dan utang teman juga sanak saudara akhirnya terkumpulah dana sekitar 2 Juta rupiah. tentu sja dengan uang sebesar itu belum cukup dan mumpuni untuk membuat sebuah jaringan wireless yang bisa dikatakan mumpuni. namun dengan kondisi terpepet itu ternyata menimbulkan beberapa ide yang aneh dan dianehkan!