KTP Ber-Listrik

Sakjannya itu judulnya wagu sekali ya tuips.. tapi rapopo lha yo aku dewe bingung le nggawe judul kepie je.. intinya ini saya mau nulis babagan E-KTP alias KTP Elektronik, dimana setau saya Elektronik itu biasanya nyetrum, tapi kayaknya untuk istilah E-KTP ini pengecualian wong E-KTP ini ngga ada batrenya kok.  :mecucu:

Ya setelah kira2 sebulan lebih postingan ini ngonggrok di draft dan sepertinya udah jamuren karena ngga di post2in, maka pada kesempatan kali ini tak tulis dan tak rampungke ben blogku ini ada tulisannya juga.. wagu to udah dari bulan2 kemaren masang ikon satu minggu satu posting bikinan Om Lantip tapi kenyataan di layar kaca maupun LCD ternyata itu cuman ikon templekan. Bukan nggaya karena sok sibuk, tapi karena memeng sakjane.. yo sibuk barang sih asline.. tapi kan aku raseneng nek diunekke nggaya, dadi yo rodo ngapusi sitik rapopo. Wes yo daripada nggambleh ngomongin PJDJS (Pembahasan Jauh Dari Judul Sebelumnya), langsung saja tak tulis apa itu KTP Nyetrum.

E-KTP atau istilah dawanya KTP Elektronik, yang kalo dipanjangkan lagi jadi Kartu Tanda Penduduk Elektronik, adalah kartu Identitas Kewarganegaraan Republik Indonesia yang (wajib) dimiliki oleh warga NKRI yang sudah berusia diatas 17 tahun (pengecualian bagi yang sudah menikah dibawah 17 tahun). Nah KTP Elektronik itu muncul secara tiba-tiba untuk menggantikan KTP yang sekarang ini. Lha kenapa kok KTP yang model sekarang ini ndadak diganti? Ya karena alasannya banyak… tapi salah satu dari banyak alasan tersebut adalah untuk melengkapi dan memutakhirkan database kependudukan di Indonesia ini. Dimana dengan database yang lengkap dan termuktakhirkan, pendataan Penduduk menjadi lebih mudah dan muktahir.  Untuk alasan-alasan lain itu saya ngga begitu paham tapi intine yang itu tadi lho..

Nah E-KTP ini dibuat bertahap, jadi tidak langsung mak brol sak Indonesia memberlakukan E-KTP semua, jadi yang sudah melakukan entri E-KTP adalah beberapa daerah2 yang sudah ditunjuk, kalo nggak salah sekitar 100an kabupaten di seluruh Indonesia. Untungnya untuk daerah Jogjakarta semua kabupaten ditunjuk, jadi yang KTPnya berdomisili di Jogja siap-siap aja dapet undagan ke Kantor Kecamatan untuk entri E-KTP. Untuk daerah lain selain Jogja saya kurang paham ya.. bukannya mengkotang-kotakkan tapi saya ini bener-bener ngga tau daerah mana aja yang udah ditunjuk.

 

Ngopo to kok ndadak ono E-KTP?

Kembali ke masalah yang diatas tadi.. mlumpat-mlumpat yoben, lha aku ki nek nulis sistematik ki yo angel soale, dadi ngene.. Pada jaman dahulu kala database kependudukan di Indonesia ini bisa dikatakan acakadut, awut2an, ugal-ugalan, intinya ngga rapi dan ngawur. Ya karena jaman dulu belum ada komputer dan database secara elektronik yang mampu menyimpan data-data penduduk secara sistematik, rapi, tertib, aman, nyaman, ijo royo-royo, Bantul Projotamansari… iki gek opooo!  :dikampleng:

Dengan database yang acakadut tersebut memunculkan banyak sekali penyimpangan2 yang menyebabkan data awut-awutan itu tambah mabul-mabul, ya ini dikarenakan sistem dahulu kala memang memiliki banyak sekali kelemahan.. ya wajarlah.. dulu ngga ada istilah geek dan sebagainya sih. Sampai akhirnya sekiar tahun 2007 (kalo ngga salah) di terapkan database kependudukan secara komputeraizing.. alias data-data tersebut tersimpan dalam database digital atau istilah gampange disimpen nganggo sitem komputer. Nah mulai tahap tersebut Data Kependudukan Indonesia ini memulai tahapan baru yang lebih moderen dan diharapkan lebih rapi dan aman, database ini disebut dengan Database SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan). kalo ngga salah begitu sejarahnya.

Tapi kenyataannya?

Data penduduk ganda masih saja menghantui dan membuat sistem yang dimaksudkan untuk memperbaiki database ini menjadi sedikit sia-sia, ya sedikit saja ngga usah banyak-banyak, karena sistim yang sedikit sia-sia ini ternyata tetap memiliki banyak kegunaan yang intinya database yang dulunya berupa kertas berlembar-lembar yang menjadi arsip kertas bertumpuk dan jamuren.. (mending kalo cuman jamuren, parahnya ada juga yang menjual arsip2 ini secara kiloan.. ya semga memberikan rejeki bagi para pengumpul rosok.. X(  ) menjadi data digital yang rapi dan mudah diolah.

Namun ternyata database yang istilahnya sudah komputeraising dan digital itu masih saja diselewengkan.. Sebelumnya saya ini ngga suka menyalah-nyalahkan dan mencari kesalahan, tapi kalo dilihat lebih lanjut sebenernya ini bukan hanya kesalahan dari petugas yang berwenang mengeluarkan kartu identitas kependudukan, Tapi ini kesalahan kita semua! lekas serius lho ini ceritanya..

Lha kenapa kok jadi salah Kita? kenapa jadi Kita yang disalahkan?? Lha Kita itu sebenernya siapa sih??! Bajigur! atos iyee??!!

Kita yang saya maksud disini ya Kita yang baca tulisan ini tentu saja, Kita yang terdiri dari orang-orang yang disiplin mentaati peraturan dan Kita yang diisi oleh mereka yang (maaf) ngga disiplin karena kepepet dan tidak tau akibatnya mungkin.. ya lebih baiknya kita ngga usah suudzon hooh rak? dan ada satu lagi bagian dari Kita tadi.. yaitu mereka yang (ngga usah pake maaf) ngga disiplin dan bangga.. lha orang-orang model begini ini lho.. wes ra disiplin nggaya meneh.. gek wong model ngeneiki mangan e opo yo? wo ojo kaget lho.. banyak orang2 model begini.. Dan yang kesindir ngga usah marah.. mengko njuk nesu ra dibacutke le moco.. asui.. alus wae rasah njuk di close browser e.. mbok pikir aku wani po karo kowe?!  :evil:

Nah tipe2 Kita seperti diataslah yang membuat database kependudukan ini tetap carut-marut, Kita yang terdiri dari orang-orang tidak disiplin dan bangga itu yang paling parah, disusul orang yang tidak disiplin karena kepepet serta tidak tau, dan yang terakhir adalah orang yang disiplin mentaati peraturan. Orang-orang bertipe tidak disiplin dan nggaya itu adalah orang-orang yang punya KTP ganda dan merasa bangga, wes ngerti kleru bangga.. biyasane wong2 ngeneiki wong randuwe toto kromo, wes elek, nggaya, nggleleng..  sompret!

Sedangkan orang-orang tidak disiplin karena kepepet dan tidak tau ini juga banyak, ya mau gimana lagi to.. yang namanya kepepet itu biasanya menghalalkan segala haram. Dan yang mungkin membingungkan adalah Orang-Orang yang disiplin dan mentaati peraturan.. lah kepana kok yang disiplin juga ikut2an disalahin.. ya karena banyak kemungkinan orang-orang disiplin ini juga mengetahui ada orang-orang yang melanggar aturan tadi dan bersikap cuek dan tidak mau menegur atau menasehati (sukur2 ngamplengi), sekali lagi saya itu sebenere ngga suka menyalah-nyalahkan dan mencari kesalahan, tapi faktor2 seperti ini juga termasuk penghambat., ya kita tau sebagai manusia pasti kita mempunyai rasa “Pekewuh” atau bahasa Indonesianya ngga enak alias sungkan. Tapi ternyata rasa pekewuh ini adalah adat (bahkan mungkin termasuk kearifan lokal) yang terkandang melanggar norma.

Dan karena itulah database SIAK yang bertujuan untuk mendisiplinkan data kependudukan tetap kurang rapi dan masih ditemui ketidak disiplinan. karena secanggih2nya komputer yang mengoprasikan tetaplah manusia. hooh.. secanggih2nya teknologi, mereka itu hanyalah alat.  :mecucu:

Mungkin dari latar belakang seperti itulah muncul tahapan selanjutnya, tahapan baru untuk menyempurnakan database kependudukan, tahapan baru untuk lebih mendisiplinkan data, tahapan yang mana bisa memperkecil rasa Pekewuh, tahpan dimana kita harus antri berjam-jam di kantor kecamatan, tahapan dimana kita harus meletakkan 10 tangan kita pada scaner, tahapan dimana mata kita harus melotot, dan tahapan inilah tahapan dari E-KTP *drum roll*

Jadi intinya kalo dari tulisan saya ini dapat disimpulkan salah satu penyebab adanya E-KTP ini sebenarnya adalah KITA Sendiri.  :mimbik:

 

wes yo aku pegel le ngetik.. Sebenernya secara nggaya postingan ini adalah postingan pengantar yang mana akan bertautan dengan postingan2 lain seperti

  1. Tahapan pembuatan E-KTP
  2. Dibalik sistem E-KTP << semoga postingan ini berguna bagi temen2 developer
  3. Anggaran E-KTP yang nggilani
  4. Yang Bikin Ngganjel dari E-KTP

Silahkan bagi yang mau mbaca2 lagi tulisan2 saya tentang opini E-KTP tapi mbaca postingannya kalo tulisan2 diatas udah berwarna biru dan berwujud link ya.. soalnya kalo belum biru dan berwujud link berarti tulisannya masih belum tak tulis  :dikampleng:

About si_enthon9

Begini aja begini apalagi begitu

19. October 2011 by si_enthon9
Categories: Ngangsu Kawruh | Tags: | 2 comments

Comments (2)

  1. berarti aku termasuk KTP ndi?
    aku pengennya nganu e nduwe e-KTP jadi keren ngono lho, jarene ono chip e.. jadi iso tak pake buat nelpon.. X(

  2. berarti iki yo salahmu barang iye thong!? :mecucu:
    sesuk gawe postingan “suka duka peng’entry KTP berlistrik” yoo… :)

Ngomplehlah

Required fields are marked *


− 1 = 2