Panggilan Hati

Pagi tadi adalah pagi yang tak seperti biasanya, dimana pada sebuah hari minggu saya entah kesamber dhemit apa atau dari mana, telah terbangun pukul setengah enam meskipun sebenernya itu tak pantas didefinisikan dengan bagun karena sebenernya saya malah belum tidur sama sekali.

Dan dikarenakan pada pagi tersebut saya ada acara di rumah maka sekitar pukul 7an itu saya putuskan untuk pulang ke rumah. Yah beginilah saya.. pergi dari rumah di waktu malam dan pulang di waktu paginya, kelihatan keren kan? padahal kebiasan seperti itu hanya berlaku saja di akhir pekan. Ndakpapalah yang penting masih ada kata kerennya.

Dengan kondisi perut yang lapar dan mata yang mengambang layaknya hubungan asmara tak jelas dan tak tau mau dibawa kemana itu saya meninggalkan kontrakan yang sekaligus dijadikan kantor serta kumpulan dari para lanangan. Dengan langkah ringan saya meninggalkan kantor Ngonoo sendirian, langkah ringan ini bukan karena saya tak memiliki tanggungan masalah, namun lebih dikarenakan rasa lapar seperti yang saya sebutkan tadi.

Seperti biasa, dengan cara jinjit saya menaiki montor dan mengegasnya hingga pada akhirnya saya tertarik pada suatu keramaian yang berada di sebuah lokasi yang dulunya bekas terminal di daerah Kota Jogjakarta, yak XT Square namanya. Dan untuk episode kali ini hal yang membuat saya tertarik bukanlah paras cantik seorang wanita beralis tebal, bergigi gingsul, berhijab rapi ataupun berbodi seksi layaknya gitar itali yang sebenernya saya tidak tau gitar itali itu kaya gimana. Namun yang membuat saya langsung ngerem dan puter balik adalah karena terlihat sebuah panggung dengan hiasan orjen yang ditemani ketipung.. sebuah perpaduan yang sangat klop layaknya seorang pria dengan wanita yang saling mencintai.. Ning yo mbuh cinta ki opo radong aku.

Tanpa basa basi montor langsung saya delehkan di parkiran dan ternyata parkirnya mahal bero.. bayangpun.. saya mesti membayar 2 ribu untuk parkir di lahan yang ngga jelas dan dibawah terik matahari panas. Tapi yowes ben lah demi memuaskan suatu hasrat yang sudah lama terpendam yaitu hasrat untuk melihat sebuah pertunjukan yang selalu saya nantikan. Yak pertunjukan Dangdut Koplo!

Entah dhemit dari mana yang menyertai saya pagi itu, yang pasti sampai saya menulis ini, saya masih tetep terheran-heran dengan kelakuan saya tadi pagi. Dimana saya datang sendirian dan makbedunduk menuju panggung, ngomong sama mas Tukang Orjen, ngrebut mik dan langsung rikues lagu beserta teman duetnya..

Saya manggung..

Dan kalo tidak salah ingat.. inilah pertama kalinya saya manggung dihadapan para adik-adik peserta lomba mewarnai dan ibu-ibu yang baru selesai senam pagi. Dengan kondisi bodi belum mandi.

rps20130428_223630 rps20130428_223527 rps20130428_223439 rps20130428_223259_289 (3)

Mungkin inilah yang dinamakan panggilan hati.. hati yang lupa diri karena telah terpengaruh dengan koleksi empitri..

Saya berdoa.. Semoga tidak ada tetangga, sanak saudara ataupun rekan kerja yang berada di lokasi itu. Amin..

About si_enthon9

Begini aja begini apalagi begitu

28. April 2013 by si_enthon9
Categories: Dolan | 1 comment

One Comment

Ngomplehlah

Required fields are marked *


− 4 = 0